Sabtu, 25 September 2010

Seperti kamera yang membidiknya

Yah, Seperti kamera yang membidiknya
mata saya ibarat lensanya
yang hanya berani menatap dari kejauhan

si berjaket merah membawa kamera
begitu saya menamainya
sering bertemu tapi tak kenal
aura yang berbeda
entahlah...
saya suka senyumnya
hemm, i think. .
hemm. .
BAAK, I'm in love



kalo misalnya ketemu lagi kira-kira..hemm Hey, do you remember me ?

MOVING ON

Mungkin pernah ku menangis
Mungkin diriku pernah tersakiti
Namun diriku kini kembali
Coba nikmati indahnya dunia
Tiada lagi bayangan dirimu
Yang selalu mencoba menahanku

Bersama mentari ku bernyanyi
Mewarnai hari-hari
Bersama pelangi ku menari
Menyambut bebasnya hati ini
Tiada lagi yang mampu menghalangi
Aku takkan berhenti melangkah
Cause i’m moving on

Mungkin pernah ku menangis
Mungkin diriku pernah tersakiti
namun diriku kini kembali
Coba nikmati indahnya dunia
Tiada lagi bayangan dirimu
Yang selalu mencoba menahanku

Ku percaya nanti kan ada saatnya
Cinta kan datang padaku lagi

bersama mentari ku bernyanyi
Mewarnai hari-hari
Bersama pelangi ku menari
Menyambut bebasnya hati ini

MOVING ON, MOVING ON, YEAH YEAH !
heeyy, ei bisa moving on !! haha

Rancho

lima hari sudah ! Yah, cukup lima hari itu saja saya kehilangan semangat. cukup lima hari itu juga ei bolos dari kuliah pagi. dan hanya masuk kuliah fotografi. hemm, jangan lagi biarkan seseorang itu merenggut keceriaan saya. lupakan saja dia ei ! dia yang selalu mengisi kotak masuk di handphone, dia yang selalu memenuhi wall, dia yang selalu..selalu dan selalu terlintas di fikiran saya.

oh no !

saya adalah perempuan tegar !
hemm, awalnya dia sangat sangat menyenangkan, tetapi kenapa sekarang terasa berbeda ?

ya sudahlah !

saya bisa memposisikan dia kembali sepeti waktu dimana dia traktir eskrim !

Rabu, 11 Agustus 2010

GEMPA : alarm alam ketika mau sahur

Bandung,12 Agustus 2010 sekitar jam 02:00

"GEMPA! GEMPA!"

saya langsung terbangun. refleks saja kaki melangkah ke luar kamar seketika saya merasakan guncangan yang cukup besar. semuanya berhamburan ke luar rumah. muka masih acak-acakan. kepala pusing. sangat sangat panik.
ASTAGFIRULOH, yaa Allah ada apa ini ?
tinggal beberapa jam lagi menuju waktunya sahur. tiba-tiba dikagetkan dengan gempa 5,8 skala richter di Sukabumi. pertanda apakah ini?semoga semuanya baik-baik saja.
Ya allah,lindungilah kami di bulan yang penuh berkah ini

Selasa, 10 Agustus 2010

JEPRET !



JEPRET !

seperti menghentikan sepersekian detik suatu peristiwa nyata. yang terekam menjadi sebuah foto. sejak di Tekpend, ei jadi penasaran sama yang namanya FOTOGRAFI. ei kira motret itu gampang aja, tinggal jepret jepret aja. ternyata lebih luas dari itu. ada banyak hal menyenangkan yang bisa di ulik.
ASYIK IH !
semester depan emang ada mata kuliah fotografi, tapi mulei sekarang ei bisa sedikit-sedikit belajar tentang kamera. di himpunan, ei bisa belajar kamera. di himpunan juga, ei bisa dapet hal yang di bangku kuliah itu ga ada.
JADI..

MULEI SEKARANG,
Ei bener-bener jadi tertarik sama fotografi
Ei bakal belajar, terus belajar..
di bantu yak, tolong di bantu yak :)

Minggu, 08 Agustus 2010

Ingin hari itu lagi


lama ga nge-blog. senangnya punya semangat lagi buat nulis. kali ini, ei merasa ada di satu titik. seakan ada di satu titik terbawah, setelah melewati titik puncak cukup berat. tapi bukan di titik lemah, ini hanya beristirahat. heumm..lagi lagi soal hati, masih saja tentang perasaan. yaah, masih saja berkutat dengan imaji hati. waktu membawa saya ke dalam kisah-kisah berbeda. setelah saya memutuskan hal cukup berat, berpisah dengan ucg. kebetulan mempertemukan saya dengan seseorang, Nyet. teman satu radio kampus. berawal dari tawaran saya membantunya mengetik proposal. kita mulai dekat. satu hari yang paling tidak akan saya lupa, di hari itu, di hari dia main ke rumah saya, di hari itu saya mulai menyukainya. hingga pada akhirnya saya ada di hari yang TAK BISA SAYA LUPA JUGA. di hari senin itu ! benar-benar menyisakan sesal sampai sekarang. bodoh sekali saya ! kalau saja saya tak pergi ketika dia mengejar. ah shit! sekarang ei malah pengen balik lagi ke hari itu. sebuah keputusan yang ei coba terima dengan ikhlas. ei tau betul, karena seseorang yang pernah ada di masalalunya. kita tak bisa bersama. meski sakit, saya disindir-sindir. tapi saya mencoba bertahan nyet, karna saya ingin profesional. ya sudahlah! saya tau semuanya jadi tak mungkin. tapi, ei benar-benar ingin mewujudkan apa yang pernah kita rencanakan. HAMSTER ! KAOS COUPLE ! JAKET COUPLE !
bandung dingin di tanggal 080810

Senin, 29 Maret 2010

P.E.N.A.T

lagi lagi aku sendiri di mairasi. tapi kali ini ditemani rintik-rintik hujan. akhir-akhir ini aku sangat muak dengan kata 'monoton'. yah, monoton!
aku benci dengan keadaan ini.
ketika aku merasa sendiri seperti ini, aku rasakan keadaan yang flat. membosankan!
mengapa di kala seperti ini masalah datang bak mengantri?
demi tuhan!
saya rindu berkumpul dengan teman-teman.
muak dengan kuliah yg begitu-begitu saja. tugas lagi tugas lagi.
di rumah, selalu esmosi.
muak ! muak !
lalu, aku harus bagaimana?
ingin rasanya pergi sejenak saja dari hidup ini, hanya untuk melupakan semua kepenatan ini. .

Minggu, 28 Maret 2010

sepi :(

di tengah kesepian lantai 3 di FIP. aku merasa sedikit pusing.bukan karena sama dengan teman-temanku yang tengah 'pusing' dengan tugas komunikasi visual. kelompokku juga belum rampung menyelesaikannya. tapi aku tenang-tenang saja. :)
hari ini, 29 maret 2010. hari senin terakhir di bulan maret. senin depan sudah bulan april. tinggal beberapa hari lagi, menuju hari itu. yah, seminggu lagi.
aku tak ingin terlalu berharap lebih. aku hanya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. aku ingin berguna. . berharap itu tidak enak, tapi lebih tidak enak lagi kalau kita tak punya harapan lagi.. hhihi

Rabu, 24 Maret 2010

saya memang jahat!!!

di temani alunan lagu sunda. di mairasi. aku sendiri, maaf, hanya berdua dengan laptop.
jujur, aku ingin menangis. ingin teriak. apa sebenarnya yang telah ku lakukan?aku menyakiti hatinya. astaga! aku tak tau harus seperti apa.
aku memang salah! aku memang jahat !
tapi bukan ini yang ku mau. aku tak pernah bermaksud untuk menyakiti dia. demi tuhan ! saya sangat merasa bersalah. semakin ingin menangis.
perasaan yang saya sendiri sukar untuk mengurainya. siapa yang sebenarnya ada di hati?
demi tuhan! saya bingung
ingin mengklarifikasi semuanya. ingin meluruskan persepsi yang berbelok. ingin...
aku ingin semua baik-baik saja seperti semula..tapi aku bisa apa? sekarang semuanya tlah berbeda. tanggung saja konsekuensinya. astaga! harus ku akui, setelah kehilangannya aku malah sering memikirkannya.
mungkin aku telah keliru mengambil keputusan?
apapun, aku akui dia pernah berarti. sekarang, bila saya merasa merindukannya, saya hanya bisa melihat video yang dibuatnya.
demi tuhan !
saya minta maaf ....

Rabu, 03 Februari 2010

dear jelek, irfan

jelek jelek jelek
kenapa sih?apa yang sebenarnya terjadi?
kenapa kita jadi berantem lagi berantem lagi?
sayang ei jadi bener2 musnah kalo kayak gini terus..
acha aiu jd ga respect sama kamu..padahal pas kamu mau ke bandung..rencananya ei mau ngenalin kamu ama mereka.
sekarang ei harus gimana kalo suasana udah kayak gini?
rasanya udah letih..tapi hati ei menyadari kalo ei masih ada rasa dan masih punya harapan kalo kita memperbaiki semuanya.
mungkin apalah arti sebuah kepastian, tanpa adanya satu kepercayaan. kita emang jauh. tapi kita jangan kalah gara-gara komunikasi via sms fb doang.
entahlah !
sekarang ei mau kayak gimana juga bingung !
mungkin kasih waktu untuk kita sama2 mengerti apa yang kita inginkan..
miss u jelek :)

Kamis, 07 Januari 2010

tahun baru, hati baru.

tahun baru. hati baru. inginkan seseorang baru akan hadir. aku tak ingin lagi terkungkung pada satu hati. untuk apa aku terus-terus berharap pada orang yang tak lagi seperti dulu.
ENOUGH!
sekarang tinggal buka pintu lebar-lebar,
bersiaplah !
sebentar lagi kan ku temui warna warna lain di kehidupan ini..
semangat hadapi itu semua !

Selasa, 01 Desember 2009

i'm come back

setelah sekian lama ga nulis blog. i think, kangen jg nulis2 d sini. hhehe
banyak peristiwa yang ga ei rekam disini.
seneng maupun sedih,
sekarang ei lagi d upinet, dateng kesini sendiri [berharap dpt komputer yg 'normal]
ehh ternyata, yes, alhamdulilah..ada jg yg masi normal komputernya.
sebenernya sekarang kuliah uda selese, tapi males pulang ke rumah ah. mending disini aja dulu, hhehe. meski sekarang cacing di perut uda pada demo buat diisi makanan, heumm masi asyik disini ah.
tadi hujan, hujan pertama di bulan desember. jadi inget lagunya efek rumah kaca iah..hhehe sebenernya hari ini tu bete banged,,mulai dari tadi pagi, ei mu ngjain tugas, mu nebeng ngetik ehh kga dkasi,,tyus td smpet bete gra2 plin plan msk acara g iah,krn katany cm 2 org,,huwaa
td jg dpt kabar dr aiu yg lg ad problem rombongan.
ya allah,
semoga besok lebih baik dari hari ini
[hope]

Sabtu, 01 Agustus 2009

FINALLY !!!

finally,..

ei mndapatkn yg slama ini ei pgn,,

TEKPEN UPI,,,i'm coming!!!

Sabtu, 11 Juli 2009

hidup adalah pilihan, dan...

Dunia sibuk dengan dirinya sendiri. Disini, di depan laptop ini, aku duduk seorang diri. Merenung. Hanya bisa merenung. Flashback, apa saja yang telah aku lakukan. Dan menerka-nerka apa yang akan aku lakukan kedepannya.

Hidup adalah sebuah pilihan. Dan memilih mana yang terbaik itulah yang aku tak tau bagaimana caranya. Sekarang aku tinggal menunggu hasil atas jerih payah ku selama beberapa waktu lalu. Dan tentunya setelah ku menunggu sekian lamanya.

Ya Allah,

aku yakin engkau akan memberiku keputusan yang terbaik, lebih dari terbaik dan paling terbaik. semoga keputusan itu sesuai dengan apa yang aku mau dan aku mampu.

Namun, bila keputusan itu tak seperti apa yang aku inginkan. Aku sendiri pun tak bisa menjawabnya. Aku kehabisan ide untuk menghias hidup ku bila keputusan itu benar-benar terjadi, lagi.

Ku mohon, sungguh aku mohon dengan ketulusan hati ini. Berilah aku keputusan yang akan membuat aku tersenyum bangga. Begitu juga ayah ibu ku. Dan membuktikan pada orang-orang itu bahwa aku mampu. Please, Ya Allah.

Senin, 29 Juni 2009

terserah aku 2

katanya berfikir sebelum berbuat

aku berfikir

berfikir

terus berfikir

berfikir lagi

kenapa tak satupun langkah aku buat?

Aku terlalu banyak berfikir

Setelah aku fikir-fikir lagi

Kini aku sudah berbuat

Membuat puisi

Bandung 25 maret 2009

Terserah aku

Sekarang ini

Aku sedang menulis puisi

Langsung dari hati

Sekarang ini bait kedua

Aku sedang menulis puisi

Dibumbui penuh rasa

Sekarang ini bait yang ketiga

Aku sedang menulis puisi

Aku menyembunyikan arti

Sekarang ini bait terakhir

Aku sedang menulis puisi

Dan

Ku akhiri puisi di sini

bandung_31 januari 2009

Kamis, 18 Juni 2009

Di tanggal dan bulan empat itu

Di tanggal dan bulan empat itu

Cahaya lilin terangi wajahmu

Datangmu menggertak kaget aku

Salah tingkah tak mampu ku redam

Dengan paksa, kau hadir di depan

Segera terang lilin itu padam

Kau tuturkan basa-basi selamat

Meski semua tak tulus, hatiku girang tak kepalang

Itulah hari ulangtahun terindahku

Di tanggal dan bulan empat itu

Kau –akhirnya- tau hatiku merasa apa

Di tanggal dan bulan empat itu

Aku –akhirnya- juga tau yang kau rasa

Di tanggal dan bulan empat itu

Kita –akhirnya- tak pernah bicara lagi dari hati ke hati


Gelap

Itulah kurasa

Terselubung jauh dalam asa

Hampa

Tak bercahaya

Hitam menyelimuti

Kelam,

Tak terlihat,

Kosong,

Terangilah aku

Ku mohon… Bandung 18 juli 2008

Guratan hati

Menggores hati

Terobati hati

Naik turun tak berhenti

Guratan hati

Hati-hati ! Bandung 29 agustus 2008


Benarkah Sang binatang jalang itu plagiat

Yah,sang binatang jalang. Siapa lagi kalau bukan,Chairil anwar. Lahir di Medan tanggal 22 juli 1922. sekarang ei bukan membahas tentang puisi yang berjudul Aku, tetapi tentang kehebohan karena sajak yang berjudul ’Datang dara hilang dara’ yang diumumkan dalam majalah Mimbar Indonesia atas namanya ternyata plagiat (curian) dari sajak Hsu Chih Mo berjudul ’A Song of the Sea’. Peristiwa itu mengejutkan dunia sastra Indonesia sehingga timbul polemik antara yang menyerang dengan yang mempertahankan Chairil. H.B. Jassin mencoba membelanya dengan mengajukan alasan-alasan ekonomi dan keuangan. Setelah ia meninggal,masih ada heboh yang tertinggal. Ternyata sajak ‘Krawang-Bekasi’ yang banyak dikutip orang dalam peringatan-peringatan nasional, ternyata juga plagiat dari sajak Archibald Macleish berjudul ‘The Young Dead Soldiers’. Demikian juga dengan sajaknya ‘Kepada Peminta-minta’,’Rumahku’, dan lain-lain.

Meskipun pembelaan kawan-kawannya terdekat seperti Jassin, Asrul Sani dan lain-lain tak dapat menutupi kenyataan perbuatan chairil yang keji itu, namun orang pun tidak pula bisa membantah peranan dan jasa Chairil dalam sejarah sastra Indonesia. Pengaruhnya terhadap perkembangan sastra Indonesia sesudah perang pun nyata dan tak bisa dipungkiri. S.M. Ardan dalam salah sebuah tulisannya dalam Gelanggang / Siasat 1954 berkenaan dengan diketemukannya ‘Krawang – bekasi’ sebagai plagiat, mengatakan bahwa lebih baik diselidiki dan diakui plagiat-plagiat yang dilakukan Chairil itu dan bukan dibantah atau dibela, sebab dengan demikian Chairil akan dibersihkan dari dosa yang melekat pada dirinya.

Munculnya Chairil Anwar dalam panggung sejarah sastra Indonesia memberikan sesuatu yang baru. Sajak-sajaknya tidak seperti sajak-sajak Amir Hamzah yang betapa pun masih mengingatkan kita kepada sastra Melayu, meskipun sajak-sajak Amir itu memang indah dan bernilai tinggi. Tidak dapat dibantah pula bahwa sajak-sajak Chairil Anwar bernilai, bahkan bernilai tinggi. Bahasa yang dipergunakannya ialah bahasa Indonesia yang hidup, berjiwa. Bukan lagi bahasa buku, melainkan bahasa percakapan sehari-hari yang dibuatnya bernilai sastra. Karena itulah ada orang yang berpendapat bahwa baru dengan sajak-sajak Chairil Anwarlah sebenarnya sastra Indonesia lahir, sedangkan karya-karya Amir Hamzah, Sanusi Pane, Takdir Alisjahbana dan lain-lainnya dianggap sebagai hasil sastra Melayu saja. Pendapat ini tidak bisa diterima, karena Chairil Anwar sesungguhnya merupakan buah dari pohon yang ditanam dan dipupuk oleh para pendahulunya.

Jadi, benarkah sang binatang jalang itu plagiat?


Sumber dari :Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia-Ajip Rosidi