Senin, 15 Juni 2009

Agar tak tertinggal, saat dunia berlari

Pernah enggak merasa orang-orang disekitar kamu sudah melakukan banyak hal untuk masa depannya, sedangkan kamu belum sekalipun melangkah?seperti jalan di tempat?atau bahkan hanya berdiam diri saja?

Ayolah jangan kita buang waktu begitu saja! Mungkin poin-poin di bawah bisa mendorong kamu agar tak tertinggal, saat dunia berlari

  1. tentukan tujuan

tentukan tujuan masa depan kamu, akan ke arah manakah kapal masa depanmu berlayar. Tentunya dengan mempertimbangkan minat dan bakat kamu, agar tak hanya mau tetapi juga mampu.

  1. fokus

konsentrasi pada apa yang akan kamu tuju. Fokus pada satu bidang terlebih dahulu agar maksimal.

  1. cintai

bila kita mencintai bidang itu, maka kita akan merasa nyaman.

  1. berani

kadangkala ragu selalu menghampiri kita, ketika harus mengambil sebuah keputusan. Pikirkanlah apa saja resiko yang sekiranya akan muncul bila kita ambil keputusan tersebut. Lalu, BERANILAH melawan musuh, yaitu RAGU.

  1. sekarang juga !

tunggu apa lagi, lakukan sekarang juga !

tentunya semua ini tak terlepas dari usaha dan doa, selamat menata masa depanmu! semangat!

Selasa, 26 Mei 2009

R.A.D.I.O. B.U.T.U.T

Apa harta kamu yang paling berharga?

Uang ? atau apa?

Eitss, kalau kamu tanyakan itu pada Tyari, jawabannya sudah pasti ’radio bututnya’.

Yah, radio.

Gadis berambut ikal yang baru saja merayakan sweet seventeennya inii selalu standby menyalakan radio. Tiap detik,menit,hingga berjam-jam kupingnya masih betah saja menyimak sang penyiar mengoceh. And of course, menikmati lagunya, dihayati sepenuh hati,akhirnya ”aku tak bisa melihat kau bersamanya",dia akan bernyanyi sejadi-jadinya.

Pfiuh, begitulah yang terjadi jikalau Tyari dilanda bete berkepanjangan. Seperti hari ini,tepatnya tadi pagi,di sekolah.

”gimana kalo dia malah sukanya ama kamu,Ri?”,Fatma tampak curiga.

”hah?”, aku tersentak kaget. Rasanya seperti dilempar ke kulkas. Aku beku,kaku.

Tak ku kira,tak dinyana kamu berfikir seperti itu. Aku tak mungkin merebut Radit. Tak terbersit sedikitpun rasa ku menyukainya, apalagi sebaliknya. Niat suciku untuk menjembatani rasa kalian terhalang kabut hitam yang menutupi hatimu. Kawan, sikapmu makin memvonis bahwa aku adalah terdakwa. Mengertilah aku tulus ngecomblangin kalian, tanpa ’unsur’ apapun, teriakku dalam hati. Fatma terdiam. Di wajahnya masih terlihat dia menunjukku sebagai pengkhianat persahabatan.

Hampir semua orang disekitarku tahu –bahkan mungkin muak- tentang obsesiku. Pernah aku ditertawakan Ayah saat mendengar obsesiku.

”hahaha...cita-cita kok jadi itu”, sambil membaca koran, ayah tak sedikitpun menoleh padaku.

Hatiku runtuh. Semangatku ambruk. Senyumku mengkerut. Sejak itu aku bagai dicambuk, hanya satu kalimat ini yang ada dalam pikiranku

AKU HARUS BUKTIKAN,AKU BISA!

Perjuanganku pun dimulai.

”halo,Dhisa kamu dimana?aku udah di depan rumah mbak Tari nih”,sambil menelpon,aku celingak celinguk ke arah rumah Mbak Tari, nampak sepi.

”aduuh,maaf..tadi kan aku udah nelpon ke rumah kamu,aku titip pesen kalau les sekarang di undur jadi jam 4,emmh ya udah kamu ke rumah aku aja dulu,gimana?”,Dhisa tampak merasa bersalah.

Tanpa basa-basi,”oh,ok”.

Sesaat aku diam, hanya suara lalu lalang mobil dan motor yang terdengar.

”duuh,uang ku cuma cukup buat ongkos pulang nanti,ini juga sisa uang jajan tadi,emhh..tak ada pilihan lain”,dengan sedikit terburu-buru aku jalan kaki menuju rumah Dhisa, padahal jaraknya lumayan jauh.

Mbak Tari adalah sosok yang 180 derajat berbeda denganku. Rasa segan yang selalu menghampiriku bila menatap sang penyiar Radio anak muda itu. Mungkin lebih tepatnya aku takut. Aku mengenal dia berkat jasa teman sekelasku, Dhisa. Dia mengajak ku untuk ikut les langsung dari penyiarnya,yang sekaligus teman Mamanya itu. Aku tentu antusias dengan ajakan itu,tapi tidak dengan orangtuaku. Alhasil, aku berusaha segala sesuatunya sendiri,termasuk biaya untuk ikut les itu.

Hari ini perdana suaraku akan mengudara, yah, aku serius.siaran untuk pertama kalinya. Tapi aku ’belum’ ....

To be continued...

5 hal yang membuat kita teringat akan seseorang

  1. tempat

”dulu aku pernah kesini sama dia”, itu mungkin yang hadir pas kamu datang lagi atau sekedar lewat ke tempat yang pernah, malah sering kamu dan si someone datengin,pas dulu.

  1. lagu

”lagu ini aku banget buat dia”, pernah dong ngerasa gini?

Banyak banget lagu yang secara enggak langsung kita anggap sebagai soundtrack kehidupan kita. Bisa juga lagu itu menyimpan story saat kamu ama si someone.

  1. wangi

’kayak parfum dia”, deket ama someone pasti bikin kita hafal bau parfumnya. Dan saat kita cium bau parfum kayak gitu di lain waktu,otak kita mengklik ’open’ dan kita langsung inget ama si someone deh.

  1. kesukaan

”dia kan suka banget ini”, wuiiih, saat kita temukan barang atau apapun yang si someone ’gilai’ pasti teringat[again]

  1. kebiasaan

”kalo dia olahraga,biasanya suka nitipin dompet sama handphone nya sama aku”

Beda-beda kebiasaan tiap orang, jadi bikin kita inget terus sama si someone. Kebiasaan itu kayak ciri khas dari si someone. Dan saat kebiasaan itu enggak seperti biasanya,kita baru sadar si someone membiasakan diri terbiasa tanpa kita.

Mungkin masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita teringat akan seseorang. Beragam kenangan,yah beragam hal.

Selasa, 07 April 2009

R.A.S.A.

Lara

Gembira

Dilema

Cinta


Bandung_11 september 2008

Jalan Jalan Jelajahi Nama Jalan

Sering jalan-jalan dong? Pernah enggak sih kepikiran darimana iah asal-usulnya sebuah nama jalan di Kota Bandung?
Nah, pasti sering kan lewat ke Jln. Dr. Setiabudi. Buku Sejarah Nasional Indonesia (1983) menyebutkan, Dr. Setiabudi tiada lain adalah Douwes Dekker, salah seorang indo yang pro pergerakan kemerdekaan bangsa ini dan mengganti namanya menjadi Dr. Danoedirdja Setyaboedi.
Pernah dengar Jln. Ciumbuleuit? Banyak orang yang sulit membaca nama jalan ini. Sebelum penjajah masuk ke kota Bandung, Ciumbuleuit telah ada dengan nama Sumbuleuit. Sumbu : Pusat atau Puser, sedangkan Leuit : Lumbung padi atau tempat menyimpan padi. Jadi Sumbuleuit : pusat lumbung padi (leuit). Menurut Bapak Ade Rohman, Keturunan keempat dari Embah Hasim Gagak Rongkat Panimbang Jaya, tidak tahu kenapa Sumbuleuit ini lambat laun lebih dikenal dan sering diucapkan dengan kata Ciumbuleuit. Adapun cikal bakal kawasan ini diberi nama Ciumbuleuit adalah bahwa pada jaman dahulu kala ada satu daerah dimana daerah tersebut banyak berdiri lumbung-lumbung padi (leuit) yang jumlahnya mencapai 625 lumbung padi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Leuit Salawe Jajar (lumbung padi 25 baris). Adapun pendiri dan pemilik lumbung padi (leuit) tersebut merupakan seorang Juragan (bangsawan) yang bernama Embah Hasim Gagak Rongkat Panimbang Jaya.

Dalam bukunya, Kuncen Bandung Haryoto Kunto, mencatat di Kota Bandung terdapat tiga belas nama orang asing yang diabadikan untuk nama jalan. Seperti Jln. Dr. Erlich berasal dari Paul Ehrlich, dokter lulusan Universitas Leipzig Jerman, peneliti hematologi, imunologi, kemoterapi, dan sterilisasi mendapat hadiah Nobel bidang kedokteran. Tidak jauh dari Jln. Dr. Erlich ada Jln. Nyland yang berasal dari nama Anton Albert Nijland adalah penemu vaksin kolera. Disambung Jln. Rontgen dari Wilhelm Conrad Rontgen, Guru Besar Fisika di Universitas Strasbourg, Giessen, Wurzburg dan Munich, penemu sinar X. Jln. Dr.Otten berasal dari nama Dr.L.Otten, penemu vaksin pes atau sampar dan vaksin cacar. Selanjutnya, Jln. Prof. Eijkman berasal dari Christiaan Eijkman, peneliti bakteri penyakit beri-beri bersama Robert Koch, Prof. Eijkman pernah menjadi direktur laboratorium patologi dan bakteriologi STOVIA (sekolah dokter pertama di Indonesia). Jln. Pasteur, yang kerap dilafalkan jalan Pastur, dan orang mengasosiasikannya dengan pendeta Katolik, padahal nama lengkapnya Louis Pasteur, penemu vaksin rabies, antraks, dan proses pasteurisasi. Jln. Bosscha untuk mengenan Karel Rudolf Bosscha, juragan the yang mendirikan peneropong bintang di Lembang yang kini dikenal dengan Observatorium Bosscha.
Jln. Dr. Westhoff berasal dari Dr. Westhoff, ahli mata pendiri rumah sakit mata dan panti untuk orang buta di Bandung (sekarang Wyata Guna).
Di dekat pusat Kota Bandung ada Jln. Van de Venter yang berasal dari nama tokoh politik balas budi yang kemudian melahirkan intelektual Bumiputra, Van de venter. Ada juga Jln. Marconi untuk mengenang Giuglielmo Marconi penemu wireless telegraf dan penerima Nobel bidang fisika. Terakhir, Jln. Morse untuk mengenang Samuel Finley Breese Morse, penemu dan pengembang telegraf elektronik, pencipta morse code.

So, Suatu bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarahnya.
Dari berbagai sumber.